Author Archives: Setara Institute

Vonis Terhadap Basuki Merupakan Kasus Penodaan Agama ke-97

Ketua SETARA Institute Hendardi. Foto: ANTARA/republika.co.id

Vonis 2 tahun penjara untuk Basuki Tjahaja Purnama merupakan kasus penodaan agama ke 97 yang terjadi sepanjang 1965-2017. Sebagai sebuah mekanisme demokrasi, putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara haruslah dihormati. Akan tetapi harus pula diakui bahwa majelis hakim bekerja di bawah tekanan gelombang massa yang sejak awal memberikan tekanan dan mendesak pemenjaraan Basuki. Vonis itu mempertegas bahwa delik penodaan agama rentan ... Read More »

HTI Dapat Dibekukan dengan Proses Yudisial yang Akuntabel

Foto: KOMPAS.COM

Pernyataan Kapolri Tito Karnavian terkait rencana pembubaran organisasi masyarakat Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) merupakan langkah yang tepat dan legal, sepanjang dilakukan melalui proses yudisial yang akuntabel dan dengan argumentasi sebagaimana dikemukakan oleh Kapolri, mengganggu ketertiban sosial, potensi memicu konflik horizontal sebagaimana direpresentasikan dengan penolakan kuat Banser NU, dan mengancam ideologi Pancasila, karena agenda yang diusung adalah khilafah, suatu sistem politik ... Read More »

Stop Syiar Kebencian di Mimbar Agama

Foto: choices4life.org

Seruan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin tentang ceramah di rumah ibadah, yang dirilis pada 28/4/2017, merupakan salah satu cara menghentikan ujaran-ujaran kebencian (hate speech) yang dapat mengarah pada kejahatan kebencian (hate crime).Karena itu seruan ini harus didukung demi terciptanya kohesi sosial dalam kemajemukan. Selain larangan ujaran kebencian atas dasar SARA, seruan tersebut juga melarang penggunaan tempat ibadah sebagai sarana ... Read More »

Tuntutan Kasus Ahok: Hukum sebagai Alat Politik

Foto: Pool/detikcom

Hari ini, Kamis 20 April 2017, tim jaksa penuntut umum (JPU) kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menuntut terdakwa 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun. Hal itu terkait dengan pernyataannya di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 yang menyitir bahwa Surat Al Maidah: 51 digunakan oleh beberapa orang untuk membohongi ... Read More »

Seruan Pilkada Damai dan Berintegritas

Percetakan Surat Suara Putaran Kedua
Ketua KPU DKI Sumarno menunjukkan contoh surat suara untuk putaran kedua Pilkada DKI Jakarta di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (23/3). Sekitar 7,2 juta surat suara akan di cetak sesuai daftar pemilih Sementara (DPS) yang di tentukan KPU DKI dan ditambah 2,5 persen sebagai cadangan. Foto: Rakhmawaty La'lang/Republika

Pada 19 April 2017 akan dilaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di DKI Jakarta. Sebagai proses politik biasa, sejatinya Pilkada adalah pesta politik rakyat untuk menentukan pilihannya secara bebas dan merdeka. Namun Pilkada DKI Jakarta telah memberikan magnitude politik secara nasional karena posisi strategis Jakarta dan politisasi identitas yang di luar batas akal sehat manusia. Kontestasi politik di Jakarta menjadi sesuatu ... Read More »

Tamasya Al Maidah Dalam Bentuk Pengerahan Massa Ke TPS

setara institute - jpnn - intoleran

Tamasya Al Maidah dalam bentuk pengerahan massa ke TPS di seluruh DKI Jakarta adalah teror dan intimidasi politik yg akan mempengaruhi pilihan warga yang bebas, jujur, dan adil. Sekalipun partisipasi pengawasan atas pelaksanaaan pilkada dijamin UU, tetapi dalam konteks politik DKI Jakarta hal itu bermakna lain. Cukup sudah penebaran kebencian dan intimidasi terjadi selama proses kampanye seperti terjadi sebelumnya. Saat ... Read More »

Siraman Air Keras Terhadap Novel Adalah Bentuk Teror Biadab

Ketua Umum SETARA Institute, Hendardi. Foto: Media Indonesia

Aksi siram air keras terhadap Novel Baswedan adalah bentuk teror biadab yang ditujukan untuk melemahkan dedikasi dan kinerja Novel dalam pemberantasan korupsi . Saya mengutuk kekerasan itu dan mendorong Polri untuk aktif dan segera menangkap pelaku teror tersebut, untuk menghindari asumsi-asumsi yang dapat membenturkan Polri dengan institusi KPK oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. KPK mesti memikirkan bagaimana mekanisme perlindungan ... Read More »

Mendukung Ketegasan Walikota Bekasi dalam Mempertahankan IMB Gereja Santa Clara

Walikota Bekasi Rahmat Effendi saat berbicara di Kongres Nasional Kebebasan beragama dan Berkeyakinan di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (16/3/2017). Foto: KOMPAS

Era otonomi daerah seringkali menggiring pemerintah daerah terjebak pada upaya penguatan primordialisme sempit, salah satunya berdasarkan agama. Agama yang semestinya mengajarkan keadilan (al-adl), persaudaraan (ukhuwah), toleransi (tasamuh), seringkali dijadikan kendaraan politik populisme memikat konstituen. Di lain pihak, meskipun agama bukanlah bagian urusan pemerintah yang didesentralisasi, namun pemerintah pusat tampak ambigu dalam mengelola kehidupan keagamaan. Sebagai tugas pemerintah pusat, maka sejatinya ... Read More »

Isu SARA meningkat di Pilkada DKI Jakarta, salah siapa?

Pilkada DKI Jakarta putaran kedua akan digelar pada 19 April antara Basuki Tjahaja Purnama dan Anies Baswedan. Foto: Oscar Siagian/Getty Images/BBCIndonesia

Sekitar 71% warga Jakarta mengaku khawatir dengan semakin menguatnya isu SARA selama Pilkada DKI Jakarta, seperti terungkap dalam sebuah survei. Dan masa kampanye yang masih beberapa pekan lagi menjelang pemungutan suara pada 19 April mendatang dikhawatirkan akan semakin meningkatkan intoleransi di kalangan masyarakat. Survei yang dilakukan Populi Center setelah Pilkada DKI Jakarta putaran pertama, menunjukkan isu SARA yang digunakan dalam ... Read More »

SETARA Institute Kecam Demo Terhadap Rumah Kremasi di Padang

Foto: netralitas.com/Istimewa

JAKARTA (netralitas.com) – Praktik-praktik intoleransi di negara yang menganut semboyan Bhinneka Tunggal Ika masih terus dipertontonkan dengan kasat mata oleh sekelompok warga dengan mengatasnamakan membela kesucian agamanya. Di lain pihak pemerintah daerah dengan dalih otonomi daerah seringkali menunjukkan perilaku primordialisme yang sempit melalui isu kembali pada kearifan lokalnya (local reinventing).  Akibatnya  kelompok-kelompok minoritas seringkali terdiskriminasi dan menjadi pihak yang selalu ... Read More »

Survei: Intoleransi di Jakarta Mengkhawatirkan

Foto: Diskusi soal intoleransi/MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Jakarta: Survei Populi Center menunjukkan sekitar 71 persen warga Jakarta menilai intoleransi sudah dalam taraf mengkhawatirkan. Peneliti Populi Center Usep S. Ahyar mengatakan, salah satu penyumbang mencuatnya intoleransi ialah masa kampanye Pilgub DKI. Menurut dia, masa kampanye yang terlalu panjang justru minim kontribusi pendidikan politik. “Yang ada malah masyarakat makin intoleran dengan memainkan isu SARA yang mengkhawatirkan,” kata Usep ... Read More »