Jakarta, 12/10/2016 Larangan penggunaan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dalam berbagai hajatan politik di Indonesia merupakan cara dan bentuk berpolitik secara berkualitas dan alat mitigasi bagi perpecahan masyarakat yang beragam dan sudah diikat dengan Pancasila. Bentuk kampanye SARA adalah menggunakan isu SARA sebagai cara untuk menghimpun dukungan politik atau menundukkan lawan politik dalam sebuah kontestasi. Apa yang disampaikan ... Read More »
Author Archives: Setara Institute
MENDORONG KEPATUHAN LEMBAGA NEGARA PADA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI
Dalam konstruksi ketatanegaraan Indonesia, kelembagaan yang bertugas mengawal dan memastikan konstitusionalitas undang-undang adalah Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Yang sejak awal dibentuk telah memainkan peranan penting bagi perlindungan dan pemajuan, serta mekanisme baru yang efektif dalam pemajuan hak asasi manusia.1 Kondisi ini sejalan dengan peran yang diemban Mahkamah Konstitusi negara di dunia lainnya, seperti Rumania. Melalui putusannya, tidak hanya memenuhi peran ... Read More »
Percobaan bom bunuh diri : Virus Radikal dan Terorisme menyusup ke Generasi Muda
Percobaan bom bunuh diri di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Jalan Mansyur Medan, Sumatera Utara pada hari Minggu 28 Agustus 2016 oleh IAH patut mendapat perhatian dari berbagai pihak. Meski diduga tidak berdiri sendiri, kecenderungan remaja untuk terlibat dalam pemboman maupun tindakan intoleran dan radikal lainnya harus diwaspadai. IAH memang tidak berafiliasi kepada organisasi tertentu seperti ISIS maupun sejenisnya. Tapi ... Read More »
Pembubaran Komunitas Perpustakaan Jalanan, TNI Bertindak di Luar Batas
Jakarta – Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos menilai pembubaran kegiatan Komunitas Perpustakaan Jalanan di Kota Bandung, Sabtu (20/8) oleh anggota yang diduga berasal dari Kodam III Siliwangi, merupakan tindakan di luar batas kewenangan TNI. Menurut Bonar, kegiatan promosi gemar membaca yang seharusnya didukung oleh semua pihak, ternyata harus berhadapan dengan arogansi dan dugaan kekerasan aparat TNI. “Pangdam III ... Read More »
Setara Institute: Pembubaran Komunitas Perpustakaan Jalanan, TNI Bertindak di Luar Batas
Ketua Setara Institute Hendardi menilai TNI telah bertindak di luar batas dengan membubarkan kegiatan Komunitas Perpustakaan Jalanan di Kota Bandung pada Sabtu lalu (20/8/2016) yang dilakukan oleh anggota Kodam III Siliwangi. Menurut Hendardi, alasan Kodam III Siliwangi melakukan pembubaran tersebut untuk mengantisipasi kericuhan gang motor tidak bisa dibenarkan, sebab Militer tidak memiliki kewenangan melakukan razia, termasuk merazia geng motor. “Pembubaran itu ... Read More »
Pembubaran Komunitas Perpustakaan Jalanan, TNI Bertindak di Luar Batas
Pembubaran kegiatan Komunitas Perpustakaan Jalanan di Kota Bandung, Sabtu (20/8) oleh anggota yang diduga berasal dari Kodam III Siliwangi, merupakan tindakan di luar batas kewenangan TNI. Kegiatan promosi gemar membaca yang seharusnya didukung oleh semua pihak, ternyata harus berhadapan dengan arogansi dan dugaan kekerasan aparat TNI. Pangdam III Siliwangi harus memeriksa anggotanya untuk dimintai pertanggungjawaban sekaligus memerintahkan tidak boleh terulangnya ... Read More »
Pemerintah, DPR, dan MPR Didorong Bentuk Unit untuk Tindak Lanjuti Putusan MK
Direktur Riset Setara Institute Ismail Hasani mendorong Kementerian Hukum dan HAM untuk membuat direktorat khusus yang berfungsi untuk menindaklanjuti hasil putusan Mahkamah Konstitusi. Pasalnya, pemerintah masih menjadi pihak yang tidak patuh terhadap putusan MK. “Memang di Kemenkumham ada Direktorat Litigasi tugasnya bersidang di MK. Kami dorong agar ada direktorat baru yang bertugas mengawal implementasi putusan MK,” kata Ismail di kantor ... Read More »
Manajemen Waktu Mahkamah Konstitusi Dinilai Lemah
Mahkamah Konstitusi punya catatan baik dan buruk selama satu tahun kinerja mereka. Setara Institut mencatat, salah satu kekurangan MK adalah manajemen waktu dalam penanganan perkara yang cukup lama. Direktur Riset Setara Institut Ismal Hasani mengatakan, MK kerap menunda proses pembacaan putusan perkara. Dari 124 putusan yang dibacakan dalam satu tahun terakhir, ada sekitar 19 putusan yang pembacaan putusannya ditunda lebih ... Read More »
Ada Sembilan Putusan MK yang Boroskan Anggaran
JAKARTA, KOMPAS.com – Setara Institute melakukan riset terhadap hasil kinerja Mahkamah Konstitusi dalam rentang waktu 19 Agustus 2015 hingga 15 Agustus 2016. Dalam periode itu tidak kurang sebanyak 124 putusan telah dijadikan MK. Meski demikian, Setara Institute menemukan sembilan putusan MK yang membuang waktu dalam proses mencapai putusan. Direktur Riset Setara Institute, Ismail Hasani mengatakan hal itu disebabkan karena MK tidak ... Read More »
SETARA Institute: Belasan Lembaga Negara ‘Membangkang’ Terhadap Putusan MK
Bertepatan dengan peringatan Hari Konsitusi yang jatuh setiap tanggal 18 Agustus, lembaga kajian SETARA Institute merilis hasil riset atas putusan-putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam rentang waktu 19 Agustus 2015 hingga 15 Agustus 2016. Total sebanyak 124 putusan atas 137 undang-undang yang diteliti. Hasilnya, ada salah satu poin menarik yakni mengenai aspek kepatutan lembaga negara terhadap putusan-putusan MK. Direktur Riset SETARA ... Read More »
Nilai Positif Negatif Mahkamah Konstitusi Selama Setahun
Setara Institut melakukan survei terhadap satu tahun kinerja Mahkamah Konstitusi (MK). Selama setahun, ada beberapa hal negatif dan positif yang terkandung dalam 124 putusan yang dikeluarkan MK. “Salah satu tune negatif ketika MK kemudian menyatakan Jaksa Agung tak memiliki kewenangan untuk melakukan peninjauan kembali (PK) terhadap putusan bebas,” kata Direktur Riset Setara Institut Ismail Hasani di Kantor Setara Institut, Kebayoran ... Read More »